http://uniba.ac.id/home/
supawi-pawenang.blogspot.com
BAB III
MODEL REGRESI
DENGAN DUA VARIABEL
Bentuk
model
Model regresi dengan dua
variabel10 umumnya dituliskan dengan simbol berbeda berdasarkan
sumber data yang digunakan, meskipun tetap dituliskan dalam persamaan fungsi
regresi. Fungsi regresi yang menggunakan data populasi (FRP) umumnya menuliskan
simbol konstanta dan koefisien regresi dalam huruf besar, sebagai berikut:
Y = A + BX + ……….. (pers.3.1)
Fungsi regresi yang menggunakan data sampel
(FRS) umumnya menuliskan simbol konstanta dan koefien regresi dengan huruf kecil,
seperti contoh sebagai berikut:
Y = a + bX + e ……….. (pers.3.2)
Dimana:
A atau a; merupakan konstanta atau intercept
B atau b; merupakan koefisien regresi, yang
juga menggambarkan tingkat elastisitas variabel independen
Y; merupakan variabel dependen
X; merupakan variabel independen
Notasi a dan b merupakan perkiraan dari A dan
B. Huruf a, b, disebut sebagai estimator atau statistik, sedangkan nilainya
disebut sebagai estimate atau nilai perkiraan.11
Meskipun penulisan simbol konstanta dan koefisien regresinya
agak berbeda, namun penghitungannya menggunakan metode yang sama, yaitu dapat
dilakukan dengan metode kuadrat terkecil biasa (ordinary least square)12, atau
dengan metode Maximum Likelihood.
Metode
Kuadrat Terkecil Biasa (Ordinary Least Square) (OLS)
Penghitungan konstanta (a) dan koefisien regresi (b) dalam
suatu fungsi regresi linier sederhana dengan metode OLS dapat dilakukan dengan
rumus-rumus sebagai berikut:
Rumus Pertama (I)

Rumus kedua (II)

Menguji
Signifikansi Parameter Penduga
Seperti dijelaskan di muka, dalam
persamaan fungsi regresi OLS variabelnya terbagi menjadi dua, yaitu: variabel
yang disimbolkan dengan Y (yang terletak di sebelah kiri tanda persamaan)
disebut dengan variabel terikat (dependent variable).
Uji T
Untuk menguji hipotesis bahwa b
secara statistik signifikan, perlu terlebih dulu menghitung standar error atau
standar deviasi dari b. Berbagai software komputer telah banyak yang melakukan
penghitungan secara otomatis, tergantung permintaan dari user. Namun perlu bagi
kita untuk mengetahui formula dari standar error dari b, yang ternyata telah
dirumuskan sebagai berikut:
Interpretasi
Hasil regresi
Setelah tahapan analisis
regresi dilakukan sesuai dengan teori-teori yang relevan, langkah terpenting berikutnya
adalah menginterpretasi hasil regresi. Interpretasi yang dimaksudkan disini
adalah mengetahui informasi-informasi yang terkandung dalam hasil regresi melalui
pengartian dari angka-angka parameternya. Dengan mengambil hitungan dari contoh
kasus di atas, maka hasil analisis regresi atas pengaruh variabel suku bunga
(Budep) (X) terhadap tingkat inflasi di Indonesia selama 22 bulan mulai dari
Januari 2001 hingga Oktober 2002 (Inflasi) (Y) dapat ditulis dalam persamaan
sebagai
berikut:
Inflasi =
-9,5256 + 1,4498 Budep + e
thit =
(7,4348)
Koefisien
Determinasi (R2)
Pembahasan hasil regresi
di atas menunjukkan seberapa besar nilai
a, b, dan t. Nilai a menjelaskan tentang seberapa besar faktor-faktor yang
bersifat tetap mempengaruhi inflasi, sedangkan nilai b mencerminkan tingkat
elastisitas variabel X. Nilai t sendiri mempertegas signifikan tidaknya
variabel X dalam mempengaruhi Y. Dari beberapa nilai yang didapatkan tersebut,
belum diperoleh keterangan tentang berapa besar pengaruh X (budep) terhadap Y
(inflasi).
Supawi Pawenang ,2017 ,Modul Ekonometrika ,Fakultas Ekonomi ,UNIBA Surakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar