supawi-pawenang.blogspot.com
BAB II
MODEL REGRESI
Keilmuan sosial mempunyai
karakteristik berupa banyaknya variabel-variabel atau faktor-faktor yang saling
mempengaruhi satu sama lain. Kondisi yang demikian ini menyebabkan kesulitan
dalam menentukan secara pasti faktor apa saja yang menyebabkan faktor tertentu.
Sebagai contoh, apabila kita ingin mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi
permintaan suatu barang tertentu (sebut saja barang X), maka dengan mengidentifikasi
kemungkinan faktor-faktor yang mempengaruhinya, kita akan mendapatkan banyak
sekali faktor-faktor itu seperti: harga barang tersebut, harga barang lain,
mutu barang, pendapatan, anggaran pengeluaran, prediksi harga masa yang akan
datang, selera, trend yang berkembang, persepsi atas barang tersebut,
kebutuhan, gengsi, return usaha yang mungkin diperoleh, tingkat bunga bank,
stabilisasi keamanan, tempat penjualan barang tersebut, barang pengganti, dan tentu
masih banyak lagi faktor-faktor lainnya yang sangat sulit untuk ditentukan
secara mutlak, bahwa harga barang X tersebut hanya ditentukan oleh
faktor-faktor yang telah dijelaskan.
Model dalam keilmuan ekonomi berfungsi
sebagai panduan analisis melalui penyederhanaan dari realitas yang ada.
Sehingga model sering diartikan refleksi dari realita atau simplikasi dari
kenyataan. Hal ini akan semakin jelas kalau kita runut dari bentuk suatu model yang
memang berbentuk sangat sederhana. Penulisan model dalam ekonometrika adalah
merupakan pengembangan dari persamaan fungsi secara matematis, karena pada
hakikatnya sebuah fungsi adalah sebuah persamaan yang menggambarkan hubungan
sebab akibat antara sebuah variabel dengan satu atau lebih variabel lain.
Penulisan model dalam bentuk persamaan fungsi tersebut dicontohkan dalam
persamaan berikut ini:
Persamaan Matematis
Ø
Y = a + b X ……….. (pers.1)
Persamaan Ekonometrika
Ø
Y = b0 + b1X + e ……….. (pers.2)
Munculnya e (error term) pada persamaan
ekonometrika (pers.2) merupakan suatu penegasan bahwa sebenarnya banyak sekali
variabel-variabel bebas yang mempengaruhi variabel terikat (Y). Karena dalam
model tersebut hanya ingin melihat pengaruh satu variabel X saja, maka
variabel-variabel yang lain dianggap bersifat tetap atau ceteris paribus, yang
dilambangkan dengan e.
Bentuk
Model
Model persamaan fungsi seperti dicontohkan
pada pers.2 bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap
variabel terikat. Oleh karena itu, persamaan tersebut disebut juga sebagai
persamaan regresi. Model Regresi mempunyai bermacam-macam bentuk model yang
dapat dibedakan berdasarkan sebaran data yang terlihat dalam scatterplott-nya.8
Setidaknya terdapat tiga jenis model yaitu: Model Regresi Linier, Model Regresi
Kuadratik, Model Regresi Kubik
Model Regresi Linier
Kata “linier” dalam model ini menunjukkan
linearitas dalam variabel maupun lineraitas dalam data. Kata linier menggambarkan
arti bahwa sebaran data dalam scatter plot menunjukkan sebaran data yang
mendekati bentuk garis lurus. Data semacam ini dapat wujud apabila perubahan
pada variabel Y sebanding dengan perubahan variabel X. Jika sebaran datanya
berkecenderungan melengkung, maka cocoknya menggunakan dengan regresi
kuadratik. Jika sebaran datanya kecenderungannya seperti bentuk U atau spiral
regresinya menggunakan regresi kubik.
Notasi
Model
Huruf Y memerankan fungsi sebagai variabel
dependen atau variabel terikat. Y sering juga disebut sebagai variabel gayut,
variabel yang dipengaruhi, atau variabel endogin. Dengan alasan keseragaman,
penulisan huruf Y diletakkan disebelah kiri tanda persamaan. Sedang variabel
independen yang secara umum disimbolkan dengan huruf X diletakkan disebelah
kanan tanda persamaan.
Huruf X menggambarkan variabel bebas atau variabel
yang mempengaruhi. Oleh karena itu variabel ini mempunyai nama lain seperti
variabel independen, variabel penduga, variabel estimator, atau juga variabel eksogen.
Peletakannya di sebelah kanan tanda persamaan menunjukkan perannya sebagai
variabel yang mempengaruhi.
Spesifikasi
Model dan Data
Secara spesifik model dalam ekonometrika
dapat dibedakan menjadi: model ekonomi (economic model) dan model statistic (statistical
model)
Model
Ekonomi
biasanya dituliskan dalam bentuk persamaan
sebagai berikut:
Y = b0 + b1X1 + b2 X2
Tanda b = parameter, menunjukkan ketergantungan variabel Y
terhadap variabel X b0 = intercept,
menjelaskan nilai variabel terikat ketika masing-masing variabel bebasnya
bernilai 0 (nol).
Model ini menggambarkan rata-rata hubungan sistemik antara
variabel Y, X1, X2. Dalam model ini nilai e tidak tertera, karena nilai e
diasumsikan non random. Dalam realita, model ini tidak mampu menjelaskan
variabelvariabel ekonomi secara pas (clear), oleh karena itu membutuhkan
regresi.
Model
Statistik
Model ekonomi seperti yang dijelaskan di
atas, mencerminkan nilai harapan, maka dapat pula ditulis:
E (Y) = b0 + b1X1 + b2 X2
Supawi Pawenang ,2017 ,Modul Ekonometrika ,Fakultas Ekonomi ,UNIBA Surakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar