http://uniba.ac.id/home/supawi-pawenang.blogspot.com
BAB I
RUANG LINGKUP EKONOMETRIKA
Pengertian
ekonometrika
Kalau dilihat dari segi namanya,
ekonometrika berasal dari dari dua kata, yaitu “ekonomi” dan “metrika”.Kata
“Ekonomi” di sini dapat dipersamakan dengan kegiatan ekonomi, yaitu kegiatan
manusia untuk mencukupi kebutuhannya melalui usaha pengorbanan sumber daya yang
seefisien dan seefektif mungkin untuk mendapatkan tujuan yang seoptimal
mungkin. Kata “Metrika” mempunyai arti sebagai suatu kegiatan pengukuran.
Karena dua kata ini bergabung menjadi satu,maka gabungan kedua kata tersebut
menunjukkan arti bahwa yang dimaksud dengan ekonometrika adalah suatu
pengukuran kegiatan-kegiatan ekonomi.
Metode grafis sendiri dapat digolongkan ke dalam bentuk grafik berupa
kurva, atau grafik dalam bentuk diagram. Metode grafis mempunyai keunggulan
dalam kecepatan interpretasi informasi, karena grafik terrepresentasi dalam
bentuk gambar yang mudah untuk dimaknai. Kelemahan metode grafis terletak pada kekurangakuratan
interpretasi karena data umumnya ditampilkan dalam bentuk skala, yang bersifat
garis besar, tentu kurang dapat menjelaskan secara rinci dan detil.
Metode matematis mempunyai keunggulan dalam keakuratan interpretasi,
karena melalui hitungan-hitungan secara rinci, sedang kelemahannya terletak
pada tingkat kesulitan untuk menghitungnya, terlebih lagi jika variabel-variabel
yang dihitung berjumlah sangat banyak. Guna mempermudah penghitungannya, maka
dibuatlah berbagai rumus-rumus hitungan yang diambil dari berbagi data.
Perbedaan di antara kedua metode tersebut, metode grafis dan matematis,
terletak pada seberapa besar variabel dapat diungkap secara rinci.
Perbedaan
Metode Grafis dan Matematis
|
Perihal
|
Grafis
|
Matematis
|
|
Interpretasi
|
Relatif Lebih mudah
|
Relatif lebih sulit
|
|
diinterpretasi
|
diinterpretasi
|
|
Output
|
Berupa grafik, seperti
|
Hitungan matematis
|
|
kurva atau diagram
|
berupa rumus
|
|
Keakuratan
|
Cenderung
|
kurang
|
Dapat lebih akurat,
|
|
akurat, karena berdasar
|
karena
|
dihitung
|
|
data yang bersifat skala
|
secara rinci sesuai
|
|
dengan keadaannya
|
|
|
|
|
|
Uraian di atas menjelaskan kepada kita bahwa dalam ekonometrika
diperlukan tiga hal pokok yang mutlak ada, 4 yaitu: teori ekonomi, data, dan
model. Teori ekonomi meliputi teori ekonomi mikro, makro, manajemen, pemasaran,
operasional, akuntansi, keuangan, dan lain-lain. Guna memahami data, memerlukan
disiplin ilmu tentang data, yaitu statistika. Model sendiri memerlukan disiplin
ilmu matematika. Oleh karena itu, ekonometrika merupakan gabungan dari ilmu
ekonomi, statistika, dan matematika, yang digunakan secara simultan untuk mengungkap
dan mengukur kejadian-kejadian atau kegiatan-kegiatan ekonomi.
Pentingnya Ekonometri
Suatu perusahaan ataupun unit-unit pengambil keputusan, terutama dalam
kegiatan ekonomi, tentu memerlukan suatu tindakan evaluatif untuk memastikan keefektifan
tindakannya atau bahkan mempunyai keinginan untuk melakukan prediksi guna
menentukan langkah terbaik yang perlu diambil. Keinginan evaluasi ataupun
prediksi seperti itu akan mudah diperoleh jika tindakan-tindakan sebelumnya itu
diukur melalui teknikteknik pengukuran yang terstruktur dengan baik, baik melalui
teori yang melandasi, metodologi yang digunakan, ataupun data pendukungnya.
Suatu bentuk keilmuan yang mengakomodasi bentuk pengukuran kegiatan ekonomi
itulah yang disebut sebagai ekonometri. Data dalam ekonometrika merupakan suatu
kemutlakan, begitu pula penentuan jenis data, teknik analisanya, ataupun
penyesuaian dengan tujuannya. Data yang diperlakukan sebagai pengungkap sejarah
(historical data) akan menghasilkan evaluasi, dan untuk data yang diperlakukan
pengungkap kecenderungan (trend data) akan menghasilkan prediksi. Hasil
evaluasi ataupun prediksi yang mempunyai tingkat keakuratan tinggi saja yang
akan mempunyai sumbangan terbesar bagi pengambilan keputusan. Di sinilah letak
pentingnya ekonometrika.
Sebagai contoh dalam mengungkap pentingnya ekonometrika, mari kita
mencermati apa yang terjadi pada hukum permintaan dan penawaran. Hukum
permintaan menjelaskan bahwa bila harga suatu barang cenderung mengalami penurunan,
maka jumlah permintaan terhadap barang tersebut akan mengalami peningkatan.
Begitu pula dalam hukum penawaran, semakin sedikit barang yang ditawarkan, maka
harga barang akan cenderung tinggi, tetapi ketika jumlah barang yang ditawarkan
semakin 6 banyak, maka harga barang akan semakin turun. Pernyataan-pernyataan
seperti itu merupakan bentuk penyederhanaan yang hanya membahas keterkaitan
antara dua variabel, yaitu variabel harga (P) dan variabel jumlah barang (Q)
saja. Hukum permintaan menunjukkan bahwa hubungan antara variabel P dan Q
berlawanan. Di sebut berlawanan karena jika P turun, maka Q yang diminta (D) akan
bertambah, begitu pula sebaliknya.

Oleh karena itu permintaan
ditunjukkan oleh kurva atau garis yang cenderung menurun dari kiri atas ke kanan
bawah (downward sloping). Lihat gambar 1.
Kondisi seperti ini berbeda bila di hadapkan dengan hukum
penawaran. Pada hukum penawaran hubungan antara variabel P dan Q adalah searah,
artinya jika P meningkat, maka Q juga meningkat. Atau sebaliknya, jika P
menurun, maka Q juga mengalami penurunan. Oleh 7 karena itu penawaran
ditunjukkan oleh garis atau kurva yang cenderung meningkat dari kiri bawah ke
kanan atas (upward sloping). Lihat gambar 2.
Tidak hanya terhenti pada
dua teori di atas saja, banyak teori-teori ekonomi lain yang hipotesisnya hanya
bersifat kualitatif seperti hukum permintaan dan penawaran di atas.
Pengungkapan yang sangat kualitatif seperti contoh tersebut, tidak dapat
diketahui seberapa besar pengaruh antara variabel P terhadap Q, atau Q terhadap
P. Karena tidak dapat menjelaskan secara angkaangka tentu saja bentuk kurva
atau garis yang ditunjukkan juga tidak dapat menggambarkan kondisi dengan sangat
tepat. Kurva hanya dapat menggambarkan kecenderungan. Untuk menjawab persoalan
itu,
ekonometrika dengan menggunakan pendekatan
kuantitatif dalam bentuk model pendekatan matematis yang berupa
hitungan-hitungan metematika akan mampu 8 untuk menunjukkan seberapa besar
pengaruh suatu variabel tertenu terhadap variabel yang lain.
Jenis
Ekonometrika
Ekonometrika dapat dibagi
menjadi 2 (dua) macam, yaitu ekonometrika teoritis (theoretical econometrics)
danekonometrika terapan (applied econometrics). Ekonometrik teoritis berkenaan
dengan pengembangan metode yang tepat/cocok untuk mengukur hubungan ekonomi
dengan menggunakan model ekonometrik. Ekonometrika terapan menggambarkan nilai
praktis dari
penelitian ekonomi,
sehingga lingkupnya mencakup aplikasi teknik-teknik ekonometri yang telah lebih
dulu dikembangkan dalam ekonometri teoritis pada berbagai bidang teori ekonomi,
untuk digunakan sebagai alat pengujian ataupun pengujian teori maupun
peramalan. Meskipun ekonometrika dapat didikotomikan ke dalam ekonometrika
teoritis maupun terapan, namun tujuan-tujuan ekonometrika dapat dipersatukan
sebagai alat verifikasi, penaksiran, ataupun peramalan. Fungsi verifikasi ini
bertujuan untuk mengetahui dengan pasti kekuatan suatu teori melalui pengujian
secara empiris, karena teori yang mapan adalah teori yang dapat diuji dengan
empiris. Ekonometrika berkaitan dengan analisa 9 kuantitatif yang menghasilkan
taksiran-taksiran numerik yang dapat digunakan untuk melakukan
taksiran-taksiran dari hasil suatu kegiatan ekonomi. Fungsi seperti itu disebut
sebagai fungsi penaksiran. Taksiran-taksiran numerik seperti dijelaskan di atas
dapat pula digunakan untuk mengindera kejadian masa yang akan datang dengan
pengukuran derajat probabilitas tertentu. Fungsi seperti ini lebih dikenal
dengan forecasting (peramalan).
Penggunaan
Ekonometrika
Dalil-dalil ekonomi umumnya dijelaskan
secara kualitatif dan dibatasi oleh asumsi-asumsi. Penggunaan asumsi dalam ilmu
ekonomi merupakan refleksi dari kesadaran bahwa tidak mungkin untuk dapat
mengungkap dengan pasti faktor-faktor apa saja yang saling terkait atau saling mempengaruhi
faktor tertentu. Wajar saja, karena ilmu ekonomi merupakan rumpun ilmu sosial,
dimana dalam kegiatan sosial antara variabel satu dan yang lainnya saling
berinteraksi, berkaitan, dan saling mempengaruhi. Oleh karena itu penggunaan
asumsi adalah untuk membantu penyederhanaan model. Asumsi yang paling sering
digunakan adalah asumsi ceteris paribus (hal-hal yang tidak diungkapkan
dianggap tetap). Asumsi ini digunakan mengingat sangat banyaknya variabel-variabel
dalam ilmu sosial yang saling mempengaruhi, yang sangat sulit untuk dianalisis
secara bersamaan.
Pembatasan penggunaan
variabel untuk menganalisis kegiatan ekonomi melalui penetapan ceteris paribus tersebut,
senyatanya adalah untuk mempermudah penafsiran-penafsiran serta pengukuran
kegiatan ekonomi. Oleh karena itu dibuatlah pernyataan-pernyataan yang mewakili
variabel yang diukur saja, dan mengasumsikanvariabel lainnya bersifat tetap.
Sebagai contoh, kalau kita 10 hendak mencari jawaban tentang pertanyaan kenapa seseorang
mengonsumsi suatu barang, maka kita dapat
mengidentifikasi berbagai
faktor yang mempengaruhi seperti: tingkat penghasilan, harga barang itu
sendiri, harga barang lain, selera, kebutuhan, ekspektasi masa mendatang,
tingkat pengeluaran, iklan, promosi, faktor barang pengganti, ketersediaan
barang, kondisi politik,trend, gengsi, dan lain-lain, yang tentu itu tidak
dapat dijelaskan secara pasti. Banyaknya faktor yang mempengaruhi tingkat
konsumsi seseorang tersebut tentu tidak dapat diidentifikasi secara pasti, maka
dalam ekonometrika disiasati dengan membentuk model, yang mengabstraksikan
realita, dengan cara mengidentifikasi
faktor-faktor besar saja (misalnya 1-5 faktor terpenting saja),
selebihnya diwakili dengan asumsi ceteris paribus tersebut.
Model matematis merupakan salah satu model
untuk menggambarkan teori yang diterjemahkan dalam bentuk matematis. Umumnya
model dikembangkan dalam bentuk persamaan, dimana sebelah kiri tanda persamaan mewakili
variabel yang dipengaruhi, sedang variabel yang berada di sebelah kanan tanda
persamaan mewakili variabel yang mempengaruhi. Variabel yang dipengaruhi disebut
pula sebagai variabel terikat, variabel dependen (dependent variables).
Variabel yang mempengaruhi disebut pula sebagai variabel bebas, variabel independen
(independent variable), variabel penduga, juga variabel prediktor. Untuk
memudahkan tahapan proses analisis, dan mendapatkan jawaban yang valid maka
perlu menggunakan metodologi ekonometri yang memadai.
Metodologi Ekonometri
Metodologi ekonometri
merupakan serangkaian tahapan-tahapan yang harus dilalui dalam kaitan untuk 11 melakukan
analisis terhadap kejadian-kejadian ekonomi. Secara garis besar, tahapan
metodologi ekonometri dapat diurutkan sebagai berikut:
1.
merumuskan masalah
2.
merumuskan hipotesa
3.
menyusun model
4.
mendapatkan data
5.
menguji model
6.
menganalisis hasil
7.
mengimplementasikan hasil
Merumuskan
Masalah
Merumuskan masalah adalah
hal yang sangat penting, karena merupakan “pintu pembuka” untuk menentukan
tahapan-tahapan selanjutnya. Merumuskan suatu masalah berarti mengungkap
hal-hal apa yang ada di balik gejala atau informasi yang ada, dan sekaligus mengidentifikasi
penyebab-penyebab utamanya. Oleh karena itu, di dalam merumuskan masalah tidak
dapat dilepaskan dari pemahaman teori-teori yang melandasi atau kontekstual
dengan penelitian, mengungkap mengapa
penelitian itu dilakukan, dan sekaligus mampu membuat rencana
untuk menentukan langkah untuk mendapatkan jawaban dari permasalahan yang ada
Merumuskan
Hipotesa
Hipotesa merupakan jawaban sementara
terhadap masalah penelitian, sehingga perlu diuji lebih lanjut melalui
pembuktian berdasarkan data-data yang berkenaan dengan hubungan antara dua atau
lebih variabel. Rumusan hipotesa yang baik seharusnya dapat menunjukkan adanya
struktur yang sederhana tetapi jelas, sehingga memudahkan untuk mengetahui
jenis variabel, sifat hubungan antar variabel, dan jenis data.
Mendapatkan
Data
Mendapatkan data merupakan suatu langkah
yang harus dilakukan oleh peneliti, agar dapat menjamin bahwa data yang
dianalisis adalah benar-benar menggunakan data yang tepat. Hal ini penting
untuk mendapatkan hasil analisis yang tidak bias atau menyesatkan. Para
peneliti terdahulu telah mengingatkan agar jangan sampai dalam penelitian
terdapat GIGO, garbage In garbage out. Tahapan yang dapat ditempuh untuk
mendapatkan data pra analisis meliputi: penyuntingan data, pengembangan variabel,
pengkodean data, cek kesalahan, pembentukan struktur data, tabulasi.
Menguji
Model
Untuk mengetahui sejauh mana tingkat
kesahihan model terbaik yang dihasilkan, maka perlu dilakukan uji ketepatan
fungsi regresi dalam menaksir nilai actual dapat diukur dari goodness of fit-ya.
Untuk melakukan uji goodness of fit pengukurannya dilakukan dengan menguji nilai
statistik t, nilai statistik F, dan koefisien determinasinya (R2) pada hasil
regresi yang telah memenuhi uji asumsi klasik.
Menganalisis
Hasil
Analisis ekonometrika dimulai dari
interpretasi terhadap data dan keterkaitan antar variabel yang dijelaskan di
dalam model. Tidak hanya analisis regresi, analisis korelasi juga perlu
dilakukan untuk mendapatkan hasil pengukuran hingga benar-benar valid. Analisis
regresi akan mendapatkan hasil pengaruh antara variabel independen terhadap
variabel dependen. Sedang untuk analisis korelasi berguna untuk mengetahui
hubungan antar variabel tanpa membedakan apakah itu variabel dependen ataukah
independen.
Supawi Pawenang ,2017 ,Modul Ekonometrika ,Fakultas Ekonomi ,UNIBA Surakarta.